Assalamualaikum Wr. Wb disini saya akan membagikan materi berupa Kabel Utp,STP, Dan Kabel Coaxial
Pengertian Kabel UTP Dan Fungsinya Secara Lengkap
Pengertian Kabel UTP Dan Fungsinya Secara Lengkap
Pengertian kabel UTP dan fungsinya – Kabel UTP adalah UTP singkatan dari “Unshielded
Twisted Pair” yaitu jenis kabel ini terbuat dari bahan penghantar tembaga,
mempunyai isolasi dari plastik & terbungkus oleh bahan isolasi yang dapat
melindungi dari api dan juga kerusakan fisik, kabel UTP sendiri terdiri dari 4
pasang inti kabel yang saling berbelit dimana masing-masing pasang mempunyai
kode warna berbeda.
A. Penjelasan tentang kabel UTP
Definisi kabel UTP adalah suatu jenis kabel yang dapat dipakai
untuk membuat jaringan komputer, berupa kabel yang di bagian dalamnya
berisikan 4 pasang kabel. Kabel Twisted Pair Cable ini terbagi kedalam 2
jenis diantaranya, Shielded dan Unshielded. Shielded adalah jenis dari kabel
UTP yang memiliki selubung pembungkus, sedangkan unshielded adalah jenis yang
tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini memakai
konektor RJ-45 atau RJ-11.
B. Berikut ini fungsi dari kabel UTP
Fungsi kabel UTP yaitu dapat digunakan sebagai kabel untuk
jaringan Local Area Network (LAN) pada sistem network/jaringan komputer, dan
umumnya kabel UTP memiliki impedansi kurang lebih 100 ohm, dan juga dibagi
menjadi kedalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar
data.
C. Inilah jenis-jenis dari kabel UTP
Kategori atau jenis kabel UTP:
Bentuk kabel UTP
- CAT
1 – Kabel UTP Category 1 [Cat1] adalah jenis kabel UTP dengan kualitas
transmisi yang terendah, didesain untuk mendukung komunikasi suara analog
saja.
- CAT
2 – Kabel UTP Category 2 [Cat2] adalah jenis kabel UTP memiliki kualitas
transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Cat1, jenis atau
kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan juga suara
digital. Kabel ini bisa mentransmisikan data sampai 4 megabit/detik.
- CAT
3 – Kabel UTP Category 3 [Cat3] adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi
yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2, jenis atau
kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara
pada kecepatan hingga 10 megabit per detik.
- CAT
4 – Kabel UTP Category 4 [Cat4] adalah suatu jenis kabel UTP dengan
kualitas transmisi yang jauh lebih lebih baik jika dibandingkan dengan
kabel UTP Category 3 (Cat3) atau sebelumnya, didesain untuk mendukung
komunikasi data dan juga suara sampai kecepatan 16 megabit/detik.
- CAT
5 – Kabel UTP Category 5 [Cat5] adalah suatu jenis kabel UTP dengan
kualitas transmisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan kabel UTP
Category 4 (Cat4) atau yang sebelumnya, didesain untuk mendukung
komunikasi data dan komunikasi suara pada kecepatan sampai 100
megabit/detik.
- CAT
6 – Kabel UTP Category 6 [Cat6] adalah jenis standar kabel UTP
dengan sertifikasi resmi paling tinggi.
- CAT
7 – Kabel UTP Category 7 [Cat7] adalah jenis kabel premium yang
sangat cocok sekali sebagai media yang high traffic berbagai macam
aplikasi dalam 1 kabel (single cable). Maksimum data yang terkirim sampai
10 Gbit/detik, dengan frekuensi 1000 Mhz.
Pengertian & Kelebihan – Kekurangan Kabel Jaringan STP
Agus Hadi Wijaya 11
February 2015 Komputer 1
Comment
Melanjutkan bahasan
topik tentang kabel
Twisted Pair, kali ini teknodaily.com mengulas Pengertian
& Kelebihan – Kekurangan Kabel Jaringan STP. Sekedar mengingatkan,
pada kesempatan sebelumnya kami telah menyajikan informasi lengkap tentang
kabel jaringan lain yang memiliki hubungan erat dengan kabel STP yakni : [Apa
Itu Kabel UTP dan Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya].
Karena disini kita
berbicara tentang dunia jaringan komputer, maka kabel STP yang akan kami bahas
disini tidak akan dijabarkan secara luas melainkan dibatasi pada perannya
sebagai salah satu perangkat keras jaringan komputer saja. Pun demikian,
artikel tentang kabel STP ala teknodaily.com ini tetap dibuat dengan beberapa
detail termasuk pengertian, fungsi, karakteristik dan kelebihan maupun
kekurangan kabel STP jika digunakan sebagai komponen pendukung jaringan.
PENGERTIAN
KABEL JARINGAN STP
STP merupakan
istilah yang diambil dari singkatan Shielded Twisted Pair, yang mana ini
merupakan kode untuk menunjukkan bahwa STP merupakan salah satu kabel yang
masuk dalam kategori kabel jaringan jenis Twisted Pair. Bisa dibilang kabel
jaringan STP merupakan alternatif yang bisa digunakan untuk membangun sebuah
jaringan komputer, jika kabel Twisted Pair lainnya seperti UTP (Unshielded
Twisted Pair) ataupun FTP (Foiled Twisted Pair) dianggap tidak dapat memenuhi
kebutuhan yang diinginkan.
Jika diartikan
secara harfiah, pengertian kabel STP (Shielded Twisted Pair) dapat
diurai sebagai berikut :
- Shielded = memiliki
pelindung (pembungkus) berupa lapisan alumunium foil untuk melindungi
kabel terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
- Twisted Pair = kabel
pasangan berpilin atau berbelit.
Dari dua istilah di
atas, jika digabung maka pengertian kabel STP (Shielded Twisted Pair)
dapat didefinisikan sebagai berikut :
Kabel jaringan
STP (Shielded Twisted Pair) adalah kabel pasangan berpilin atau berbelit yang
memiliki lapisan berupa alumunium foil yang dipasang di setiap pasang dawai
kabel untuk melindungi diri terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Sementara jika
diartikan menurut fungsinya sebagai salah satu komponen wajib dalam perangkat
keras jaringan komputer, pengertian kabel jaringan STP
(Shielded Twisted Pair) yaitu :
Kabel jaringan
STP (Shielded Twisted Pair) adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai
media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus
data dalam dunia jaringan komputer.
FUNGSI KABEL
JARINGAN STP
Pada awalnya fungsi
kabel STP (Shielded Twisted Pair) adalah untuk dipergunakan sebagai kabel
telepon dan beberapa bisnis instalasi lainnya seperti televisi dan radio. Namun
seiring dengan perkembangannya, fungsi kabel STP berkembang menjadi
media transmisi data yang dipakai pada jaringan Token-Ring IBM.
KARAKTERISTIK KABEL
JARINGAN STP
Karakteristik
kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) yakni bagian dalamnya
terdiri dari beberapa pasang (pair) kabel tembaga, yang mana tiap pair-nya
dipilin (twisted) saling berlilitan sehingga membentuk sebuah pola berbentuk
spiral.
Gambar: Karakteristik atau Struktur Komponen Kabel STP
Untuk lebih
jelasnya, karakteristik kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair)
dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar sederhana di atas. Dari gambar
tersebut dapat dilihat jika kabel STP (Shielded Twisted Pair) terdiri dari :
- Kawat Tembaga
Kawat tembaga yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik. - Foil Shielding
Foil Shielding ini merupakan lapisan berupa alumunium foil yang dipasang di setiap pasang dawai kabel untuk melindungi diri terhadap gangguan interferensi elektromagnetik. - Braided Shielding (Copper Mesh)
Braided Shielding (Copper Mesh) yang terletak di bawah karet terluar ini berfungsi sebagai lapisan perlindungan ekstra terhadap gangguan interferensi elektromagnetik. - Insulator
Tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh insulator yang memiliki warna berbeda, dimana fungsi lapisan yang satu ini adalah untuk melindungi kawat tembaga agar tidak bersentuhan langsung dengan kawat tembaga lainnya saat dipilin. - Cable Jacket
Di bagian paling luar, terdapat cable jacket yang berfungsi sebagai pelindung kabel STP itu sendiri terhadap gangguan dari luar.
Selain tiga komponen
di atas, karakteristik kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) secara
umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Bagian dalam kabel jaringan STP
(Shielded Twisted Pair) terdiri dari 4 dawai atau lebih kawat tembaga yang
dibagi menjadi beberapa pasang (pair), lalu dipilin menjadi satu.
- Kecepatan dan keluaran
transmisi mencapai 10 – 100 Mbps.
- Panjang kabel maksimal yang
diizinkan yaitu 100 meter (pendek).
- Media dan ukuran konektor
kecil.
- Konektor kabel jaringan STP
(Shielded Twisted Pair) menggunakan konektor RJ-11 untuk koneksinya.
- Pemeliharaan kabel jaringan
STP (Shielded Twisted Pair) terkenal mudah.
- Kerusakan yang terjadi pada
salah satu saluran kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) tidak akan
mengganggu jaringan secara keseluruhan.
- Lapisan pelindung perlu di
ground pada setiap ujungnya karena tidak seperti kabel Coaxial, lapisan
pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data.
- Lebih mahal dibanding kabel
jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair).
- Kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan
device penguat (repeater).
KELEBIHAN &
KEKURANGAN KABEL JARINGAN STP
Jika dibandingkan
dengan beberapa kabel jaringan komputer lainnya seperti kabel UTP, kabel
jaringan Coaxial ataupun Fiber Optic, tentunya
kabel jaringan STP memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Untuk
mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari kabel jaringan STP, berikut
ini kami jabarkan beberapa diantaranya :
Kelebihan Kabel
Jaringan STP (Shielded Twisted Pair) :
- Lapisan alumunium foil pada
kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) membuatnya memiliki ketahanan
yang lebih baik terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
- Kabel jaringan STP memiliki
perlindungan dan antisipasi tekukan kabel.
- Performa atau kemampuan
menghantarkan data dinilai cukup baik.
Kekurangan Kabel
Jaringan STP (Shielded Twisted Pair) :
- Pada beberapa kasus,
attenuasi yang dihasilkan kabel jaringan STP berpotensi meningkat pada
frekuensi tinggi.
- Keseimbangan kabel jaringan
STP yang berpotensi menurun pada frekuensi tinggi juga bisa berdampak pada
timbulnya ‘crosstalk’ dan sinyal ‘noise’.
- Harga kabel jaringan STP
(Shielded Twisted Pair) relatif mahal, terutama jika dibandingkan dengan
sesama kabel Twisted Pair lainnya seperti kabel UTP (Unshielded Twisted
Pair).
- Jarak jangkauan kabel
jaringan STP (Shielded Twisted Pair) hanya 100 meter sehingga sangat
terbatas dan kalah jika dibandingkan dengan kabel jaringan jenis Coaxial
(500 meter).
- Adanya kemungkinan dapat
dengan mudah disadap.
- Kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan
device penguat (repeater).
- Instalasi kabel jaringan STP
agak rumit, terlebih lagi mengingat material isolatornya cukup tebal dan
keras sehingga pada saat proses crimping dapat menyebabkan lecet-lecet
pada tangan jika kurang berhati-hati.
Material kabel jaringan STP yang kaku dan tebal juga membuatnya jadi kurang
fleksibel meski pada dasarnya kabel STP memiliki perlindungan lebih jika harus
ditekuk.
Definisi dan Fungsi Kabel Jaringan Coaxial
Definisi dan Fungsi
Kabel Jaringan Coaxial merupakan topik yang diangkat dalam
Teknodaily.com kali ini. Dimana istilah kabel Coaxial itu sendiri pada
hakikatnya sangatlah luas, karena digunakan pada beberapa bidang yang memang
membutuhkan kabel sebagai media transmisi data.
Karena itulah dalam
bahasan kali ini kami mengangkat topik kabel Coaxial yang memiliki batasan masalah,
yakni hanya mengulas tentang kabel Coaxial yang digunakan dalam dunia jaringan
komputer sebagai kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul : [Jenis-Jenis Perangkat
Keras Jaringan Komputer].
Dalam pembahasannya,
artikel berjudul Definisi dan Fungsi Kabel Jaringan Coaxial ini kami
kembangkan lebih spesifik, termasuk di dalamnya kami ulas juga seputar spesifikasi
kabel jaringan Coaxial, jenis-jenis kabel Coaxical, penerapannya
pada jaringan komputer, serta kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada kabel
jaringan Coaxial itu sendiri.
DEFINISI KABEL
JARINGAN COAXIAL
Kabel
jaringan Coaxial memiliki nama lain BNC yang merupakan singkatan
dari Bayonet Naur Connector, atau umum juga disebut dengan istilah ‘COAX’.
Sementara dalam bahasa Indonesia, istilah kabel Coaxial dapat diartikan sebagai
kabel sepaksi atau sesumbu.
Jika diartikan
secara umum, kabel Coaxial dapat didefinisikan sebagai sarana penyalir atau
pengalirhantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang
telah diubah menjadi sinyal–sinyal listrik.
Sementara definisi
kabel Coaxial jika dipandang dari segi dunia jaringan komputer, dapat
disimpulkan sebagai berikut :
Definisi kabel
jaringan Coaxial yakni suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media
transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data
dalam dunia jaringan komputer.
FUNGSI KABEL
JARINGAN COAXIAL
Awalnya kabel
Coaxial hanya digunakan untuk kabel antena TV saja, namun seiring dengan
kemajuan jaman fungsi kabel Coaxial berkembang untuk digunakan pada
jaringan LAN.
Adapun fungsi
kabel jaringan Coaxial yang utama yakni sebagai media penghubung yang
mengalirkan data dari perangkat keras komputer yang satu dengan perangkat keras
komputer lainnya, dimana kemampuan melakukan transmisi data kecepatan tingginya
bisa dikatakan cukup baik, disamping fungsi lainnya untuk membagi sinyal
broadband atau sinyal frekuensi tinggi.
KARAKTERISTIK KABEL
JARINGAN COAXIAL
Singkatnya, karakteristik
kabel jaringan Coaxial yakni menggunakan 2 buah konduktor, dengan pusat
berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi
oleh kawat berselaput konduktor.
Untuk lebih
jelasnya, karakteristik kabel jaringan Coaxial dapat dijelaskan dengan
menggunakan gambar sederhana di atas. Dari gambar tersebut dapat dilihat jika
kabel Coaxial terdiri dari :
- Kabel tembaga (centre core)
Kabel tembaga (centre core) yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik. - Lapisan plastik (dielectric insulator)
Lapisan plastik (dielectric insulator) ini berfungsi sebagai pemisah antara kabel tembaga dan lapisan metal (metallic shield) yang melingkupinya. - Lapisan metal (metallic shield)
Lapisan metal (metallic shield) ini berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekeliling kabel. - Lapisan plastik (plastic jacket)
Lapisan plastik (plastic jacket) ini berfungsi sebagai pelindung bagian terluar dari kabel itu sendiri.
Selain empat
komponen di atas, karakteristik kabel jaringan Coaxial secara
umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Kecepatan dan keluaran
transmisi data 10 – 100 MBps.
- Biaya rata-rata per node
murah.
- Media dan ukuran konektor
medium (tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar).
- Panjang kabel maksimal yang
diizinkan yakni 500 meter (cukup panjang).
JENIS-JENIS KABEL
COAXIAL
Jenis-jenis
kabel Coaxial yang dikenal secara umum terdiri dari 2 tipe, yaitu
Thick Coaxial Cable (kabel Coaxial tebal) dan Thin Coaxial Cable (kabel
Coaxial tipis). Berikut ini penjelasan lengkapnya :
1. Thick Coaxial
Cable (kabel Coaxial tebal)
Kabel
Coaxial yang tebal ini dikenal sebagai Thicknet 10Base5 yang membawa
sinyal Ethernet. Angka ‘5’ pada nama 10Base5 ini mengacu pada panjang segmen
maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 500 meter. Jenis kabel
Coaxial yang satu ini memiliki ukuran yang bervariasi dan diameter yang lumayan
besar dengan rata-rata sekitar 10mm. Jenis kabel Coaxial yang tebal ini juga
sangat popular untuk LAN, karena memiliki bandwith yang lebar sehingga
memungkinkan komunikasi broadband (multiple channel).
Adapun kriteria
kabel Coaxial Thicknet ini yaitu :
- Merupakan kabel original
Ethernet.
- Mempunyai diameter lumayan
besar.
- Setiap ujung harus
diterminasi dengan terminator 50-ohm.
- Maksimum 3 segment dengan
peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
- Setiap kartu jaringan
mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
- Setiap segment maksimum
berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
- Maksimum panjang kabel per
segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
- Maksimum jarak antar segment
adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
- Setiap segment harus diberi
ground.
- Jarak maksimum antara tap
atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet
(sekitar 5 meter).
- Jarank minimum antar tap
adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
- Instalasi atau pemasangan
jaringan dengan kabel ini cenderung rumit.
- Kabel Coaxial Thicknet sudah
tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
2. Thin Coaxial
Cable (kabel Coaxial tipis)
Kabel Coaxial yang
tipis ini dikenal sebagai Thinnet 10Base2 yang membawa sinyal Ethernet. Angka
‘2’ pada nama 10Base2 ini mengacu pada panjang untuk segmen maksimal yang mampu
diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 200 meter. Umumnya kabel Coaxial yang
tipis ini lebih sering ditemukan pada jaringan komputer yang ada di
sekolah-sekolah.
Adapun
kriteria kabel Coaxial Thinnet ini yaitu :
- Mempunyai diameter yang lebih
kecil dari kabel Coaxial Thicknet.
- Hadir untuk menggantikan
kabel Coaxial Thicknet.
- Setiap ujung kabel diberi
terminator 50-ohm.
- Panjang maksimal kabel adalah
1,000 feet (185 meter) per segment.
- Setiap segment maksimum
terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
- Kartu jaringan cukup
menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver,
kecuali untuk repeater.
- Maksimum ada 3 segment
terhubung satu sama lain (populated segment).
- Setiap segment sebaiknya
dilengkapi dengan satu ground.
- Panjang minimum antar
T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
- Maksimum panjang kabel dalam
satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
- Setiap segment maksimum
mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
- Tidak direkomendasikan lagi,
namun masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.
PENERAPAN KABEL
COAXIAL PADA JARINGAN KOMPUTER
Kabel jaringan
Coaxial umumnya digunakan sebagai media transmisi untuk topologi jaringan
yang menganut arsitektur jenis bus dan ring. Dalam penerapannya, instalasi
kabel jaringan Coaxial harus dilakukan dengan sangat rapi, sehingga kerap
menimbulkan kesulitan bagi para pemasangnya.
Kabel jaringan
Coaxial harus diukur dengan perhitungan yang benar sempurna karena jika keliru
dalam memperhitungkan ukuran yang tepat maka dapat berakibat rusaknya NIC
(Network Interface Card) yang dipergunakan. Selain itu kesalahan pengukuran
kabel jaringan Coaxial dalam instalasi juga berdampak pada kinerja jaringan itu
sendiri yang bakal terhambat karena tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Berikut ini beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi kabel Coaxial jika ingin mendapat
hasil yang sempurna :
- Kontinuitas konduktor utama
kabel harus dalam kondisi yang terpelihara.
- Sambungan kabel harus ketat
sehingga kabel tetap bersifat homogen seperti pada kondisi yang semula.
- Redaman sedapat mungkin
tetap pada angka nol atau sekecil – kecilnya.
- Hasil dari pekerjaan
sambungan kabel tersebut haruslah benar-benar rapi.
Mengingat penerapan
kabel jaringan Coaxical yang terkesan rumit dan tidak fleksibel, belakangan ini
keberadaan kabel Coaxial sudah mulai jarang ditemukan, terlebih lagi beberapa
produk LAN kebanyakan sudah tidak lagi mendukung koneksi kabel jaringan
Coaxial. Terlebih lagi dengan adanya kabel Twisted Pair yang dianggap lebih
efisien dan fleksibel, alhasil kabel jaringan Coaxial lambat laun terus
ditinggalkan oleh para pengguna jaringan komputer di jaman modern.
KELEBIHAN &
KEKURANGAN KABEL JARINGAN COAXIAL
Jika dibandingkan
dengan beberapa kabel jaringan komputer lainnya seperti kabel Twisted Pair
ataupun Fiber Optic, tentunya kabel jaringan Coaxial memiliki kelebihan dan
kekurangannya tersendiri. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan
dari kabel jaringan Coaxical, berikut ini kami jabarkan beberapa diantaranya :
Kelebihan Kabel
Jaringan Coaxial :
- Kabel jaringan Coaxial
memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses transmisi meskipun
terbatas dari segi jangkauan.
- Penguatannya dari repeater tidak
perlu sebesar kabel Twisted Pair.
- Kabel jaringan Coaxial lebih
murah dari kabel Fiber Optic.
- Teknologi yang dianut kabel
jaringan Coaxial sudah sangat umum alias tidak asing lagi karena sudah
digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data.
- Kabel jaringan Coaxial
mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal–sinyal listrik yang lebih
besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa.
- Kabel jaringan Coaxial
memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada frekuensi yang lebih tinggi.
- Meskipun instalasi kabel
jaringan Coaxial terbilang rumit, namun kabel jaringan Coaxial sangat peka
terhadap isyarat.
- Kabel jaringan Coaxial bisa
menampung pengkabelan yang lebih panjang di antara jaringan dengan
perangkat-perangkat lain dibandingkan kabel Twisted Pair.
Kekurangan Kabel
Jaringan Coaxial :
- Kabel jaringan Coaxial
perlu dipasang dengan teliti dan cenderung rumit, terutama dalam hal
mempertimbangkan ukurannya.
- Biaya pemeliharaan kabel
jaringan Coaxial relatif mahal sehingga berat di ongkos.
- Lebar bidang frekuensi
dalam kabel jaringan Coaxial hanya terbatas oleh gain (pengerasan) yang
dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu sinyal yang baik.
- Jangkauan transmisi kabel
jaringan Coaxial terbatas, sehingga dalam suatu jarak tertentu maka
transmisi sinyal–sinyal elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian
repeater yang terbuat dari tabung elektron pada jalur tersebut agar
penyampaian komunikasi terjalin lebih baik.
- Kabel jaringan Coaxial
sangat rentan terhadap perubahan variasi temperatur yang terjadi dalam
kabel.
Sekian Yang Saya Sampaikan Semoga Bermanfaat
Assalamualikum Wr .Wb




Komentar
Posting Komentar